Inimenggambarkan betapa Ibrahim dan Ismail adalah dua yang sangat tunduk kepada Allah. Itulah yang diinginkan. Kita sebagai seorang muslim yang mengatakan: Setiap kita yang mengatakan dirinya Islam, yang mengatakan dirinya beriman, pasti diuji oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Tapi kita tidak akan diuji seperti ujian Nabi Ibrahim, kita
MakaIbrahim menduga Tuhan itu adalah bintang-bintang di langit, karena bintang mampu memberikan cahaya. Tetapi ketika dibandingkan dengan bulan, ternyata bulan kelihatan lebih besar dari bintang-bintang, dan cahayanya juga lebih cerah. Setiap kita harus siap meninggalkan yang diharamkan Allah SWT dan hanya mau melakukan sesuatu bila memang
Kisahtentang terjadinya idul adha ini selalu menarik untuk dibahas setiap tahunnya terutama pada saat perayaan kurban. Selain itu, kisah dari Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS juga memiliki banyak sekali nilai-nilai atau pelajaran hidup yang bisa kita ambil dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga amalan baik kita bisa bertambah.
Sehinggafakta bahwa kita menekan nomor 911, setiap kali menghadapi keadaan darurat, atau membutuhkan bant uan, sebenarnya adalah definisi numerologi dari pengabaian Tuhan. Seperti itulah cara kerja mereka. Karena peristiwa 9/11 adalah pekerjaan orang dalam, maka dugaan bahwa kejadian itu merupakan suatu mega-ritual bukan isapan jempol belaka. Terutama setelah kita mengerti seperti apakah cara
HarapanKetiga Nabi Ibrahim adalah terhadap Masyarakat agar beriman dan taat kepada Allah swt, bahkan tidak hanya pada masanya, tapi juga generasi berikutnya. Meskipun banyak orang yang korupsi, kita tetap tidak akan terlibat, karena jalur hidup kita adalah jalur yang halal. Setiap orang bertanggung jawab untuk mewujudkan kehidupan negara
KewajibanMenuntut Ilmu Agama. Sebagian di antara kita mungkin menganggap bahwa hukum menuntut ilmu agama sekedar sunnah saja, yang diberi pahala bagi yang melakukannya dan tidak berdosa bagi siapa saja yang meninggalkannya. Padahal, terdapat beberapa kondisi di mana hukum menuntut ilmu agama adalah wajib atas setiap muslim (fardhu 'ain
fnE3IF. Spirit Sinau Urip . Kustawa Esye SETIAP kita adalah Ibrahim, sebagai Ibrahim kita memiliki Ismail. Demikian hakekat dibalik kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang menginspirasi sekaligus menspirit syariat ibadah Idul Adha, dijalani seluruh umat Islam seluruh penjuru dunia setiap tanggal 10 Dzul Hijjah. Setiap kita adalah Ibrahim, sebagai Ibrahim kita memiliki Ismail. Bisa jadi Ismail kita adalah kekayaan harta benda, gelar akademik dan atau gelar kehormatan lain yang tersemat pada diri kita. Bisa juga, Ismail kita itu kesuksesan berkarir dan jabatan dalam suatu institusi. Termasuk diantaranya, Ismail kita adalah pasangan hidup terkasih, anak cucu tercinta maupun seluruh sanak saudara. Baca Juga Ngaji Jiwa Jawi; Eling Pepeling Filosofi Caping Hakekat Ismail kita, adalah segala sesuatu yang selalu ingin kita cintai dan sayangi, semua yang senantiasa ingin kita miliki dan kuasai, serta semuanya yang ingin kita pertahankan atau kukuhkekehi sepanjang kehidupan di dunia. Kenapa segala sesuatu dan semuanya tadi diperankan sebagai Ismail, sedangkan kita berperan menjadi Ibrahim dalam kehidupan dunia yang penuh panggung sandiwara ini? Tak lain karena realitanya, semua dan segala Ismail limpahan anugrah dari Maha Pengasih dan Penyayang tadi, justru sering menjadikan kita melalaikan jatidiri bahkan asal muasal yang dalam filosofi falsafah kehidupan Jawa disebut sangkan paraning dumadi’. Baca Juga Ngaji Jiwa Jawi; Nama Japamantra dan Doa
Setiap kita adalah Ibrahim. Dan setiap Ibrahim pasti punya Ismail. Ismail itu mungkin hartamu.. Ismail itu mungkin gelarmu.. Ismail itu mungkin egomu.. Ismail itu adalah sesuatu yang kamu sayangi dan pertahankan di dunia ini.. Ibrahim tidak diperintah Allah untuk membunuh Ismail, tapi Ibrahim hanya diminta untuk membunuh rasa kepemilikan terhadap Ismail. Karena hakikatnya semuanya adalah kepunyaan Allah. Semoga Allah karuniakan kesholihan Nabi Ibrahim dan keikhlasan Nabi Ismail kepada kita semua. ©SPN
November 11, 2015 oleh happy4kids بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم ِSETIAP KITA ADALAH IBRAHIM *Setiap kita adalah IBRAHIM’ dan setiap Ibrahim punya ISMAIL’….. Ismailmu mungkin HARTAMU’, Ismailmu mungkin JABATANMU’, Ismailmu mungkin GELARMU’, Ismailmu mungkin EGOMU’, Ismailmu adalah sesuatu yg kau SAYANGI’ dan kau PERTAHANKAN’ di dunia ini…. Ibrahim tdk diperintah Allah utk membunuh Ismail, Ibrahim hanya diminta Allah untuk membunuh rasa KEPEMILIKAN’ terhadap Ismail. karena hakekatnya semua adalah milik Allah… Smg Allah SWT anugrahkan KESHOLEHAN Nabi Ibrahim dan KEIKHLASAN Nabi Ismail kepada kita semua, agar kita bisa mengaplikasikan dlm kehidupan kita… Aamiin… Jgn rendahkan dan hinakan org lain dgn harta, jabatan dan gelarmu karena di hadapan Allah hanya ketaqwaan kita yg diterimaNya… Ditulis dalam islam Dengan kaitkata islam Tinggalkan sebuah Komentar
– Mari Muhasabah Diri. Jika kita belum mampu menyembelih binatang qurban, maka sembelihlah sifat HEWAN dalam diri kita. Jika kita belum mampu melempar jumroh, maka lemparlah sifat kebencian dan egoisme dalam hati kita. Jika kita belum mampu mengelilingi ka’bah untuk tawaf, maka kelilinglah ke tempat sanak saudara, tetangga, dan sahabat untuk menjalin UKHUWAH…. Baca Juga Tujuh Tujuan Muhasabah bagi Seorang Muslim Setiap kita adalah IBRAHIM dan setiap Ibrahim punya ISMAIL Ismailmu mungkin HARTAMU Ismailmu mungkin JABATANMU Ismailmu mungkin GELARMU Ismailmu mungkin EGOMU Ismailmu adalah sesuatu yang kau SAYANGI dan kau PERTAHANKAN di dunia ini…. Ibrahim tidak diperintah Allah untuk membunuh Ismail, Ibrahim hanya diminta Allah untuk membunuh rasa KEPEMILIKAN terhadap Ismail. Karena HAKIKATNYA semua adalah milik Allah… Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menganugrahkan KESHALIHAN Nabi Ibrahim dan KEIKHLASAN Nabi Ismail kepada kita semua, agar kita bisa mengaplikasikan dalam kehidupan kita… Jangan rendahkan dan hinakan orang lain dengan harta, jabatan dan gelarmu… Karena di hadapan Allah hanya ketaqwaan kita yang diterima-Nya.. Selamat menyambut datangnya Idul Adha 1441 H “Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah”. QS. Al-Kautsar ayat 2.[ind] Sumber anonim
Di hari besar ini kita menginsyafi, “Setiap kita adalah Ibrahim, dan setiap Ibrahim memiliki Ismail yang sangat disayangi.” Kemudian, boleh juga kah dikatakan bahwa Setiap kita pun sebetulnya adalah Nuh, dan setiap Nuh memiliki tugas menyeru sambil membuat bahtera. Setiap kita adalah Ismail. dan setiap Ismail menyerahkan lehernya untuk Tuhannya. Setiap kita adalah Yusuf, dan setiap Yusuf akan dirayu Zulaikha Setiap kita adalah Musa, dan setiap Musa melawan Firaun serta menyelamatkan kaumnya Setiap kita adalah Isa, dan setiap Isa menyembuhkan penyakit atas izin-Nya Maka, apakah setiap kita pun adalah Muhammad? Mengingat, setiap Muhammad adalah rahmat bagi semesta. Post navigation
setiap kita adalah ibrahim